Channel & Technology Collaboration

Program Partner Nimbus untuk System Integrator dan Reseller.

Bangun peluang bersama melalui produk Nimbus, pemetaan kebutuhan pelanggan, technical discovery, dan implementation collaboration yang dirancang sesuai kemampuan serta pasar masing-masing partner.

System integrator Managed service provider Reseller Network consultant
Tim teknologi Indonesia berdiskusi mengenai kolaborasi solusi jaringan dan implementasi
Nimbus Partner Collaboration
Nimbus ProductsNimbus NAC dan Nimbus Guest Access sebagai proprietary product engine.
Technology EcosystemCompatibility dan solution fit yang harus melewati validation review.
Delivery CollaborationAssessment, integration, deployment, dan support sesuai scope yang disepakati.
Kolaborasi dimulai dari capability fit, bukan sekadar pendaftaran.
01Qualify
02Align
03Validate
04Collaborate
Ideal partner profiles

Untuk organisasi yang membawa akses pasar, kemampuan teknis, atau kedekatan dengan environment pelanggan.

Nimbus tidak memaksakan satu model partnership untuk semua pihak. Ruang kolaborasi dibentuk berdasarkan peran, kompetensi, target market, dan kesiapan delivery.

SI

System integrator

Menggabungkan network, infrastructure, security, directory, dan aplikasi ke dalam arsitektur pelanggan yang dapat diimplementasikan.

Fit utama: solution design, integration, deployment, dan technical opportunity.
MSP

Managed service provider

Mengelola operasional teknologi pelanggan dan membutuhkan produk serta workflow yang dapat dimasukkan ke service delivery.

Fit utama: operational model, support boundary, dan recurring service discussion.
RS

Reseller

Memiliki customer base, sales coverage, atau vertical market yang membutuhkan solusi Network Access Control dan Guest Wi-Fi.

Fit utama: product presentation, opportunity discovery, dan commercial routing.
NC

Network consultant

Membantu organisasi menyusun requirement, arsitektur, dan evaluasi teknologi sebelum keputusan implementasi dibuat.

Fit utama: technical assessment, specification fit, dan proof planning.
Engineer Nimbus berdiskusi dengan partner mengenai assessment dan implementasi solusi

Local implementation context matters.

Partner membawa relasi, pemahaman pelanggan, dan capability. Nimbus membawa produk, solution context, serta delivery discussion yang perlu divalidasi bersama.

Why Nimbus

Proposisi partner yang menghubungkan produk lokal, kebutuhan enterprise, dan delivery nyata.

Nimbus dikomunikasikan melalui tiga mesin bisnis: enterprise technology solutions, implementation and managed services, serta proprietary products melalui Nimbus NAC dan Nimbus Guest Access.

01 / LOCAL CONTEXT

Komunikasi dan implementasi lokal

Diskusi berlangsung dekat dengan kebutuhan organisasi Indonesia, tanpa menghapus kebutuhan validasi teknis dan commercial approval.

02 / PRODUCT FIT

NAC dan Guest Access

Dua produk menjawab internal access control dan Guest Wi-Fi journey dalam ecosystem Nimbus yang konsisten.

03 / DELIVERY

Assessment sebelum asumsi

Requirement, architecture, identity source, controller, dan deployment model dibahas sebelum solusi diposisikan.

04 / COLLABORATION

Presales dan technical alignment

Partner dan Nimbus menyelaraskan bahasa bisnis, scope teknis, serta tanggung jawab delivery pada setiap opportunity.

Collaboration scope

Ruang kolaborasi yang dapat dirancang setelah partner fit dipahami.

Benefit, asset, level support, dan commercial arrangement tidak dinyatakan otomatis. Scope final mengikuti qualification, approval, dan kesiapan masing-masing pihak.

01 / POSITIONING

Product presentation

Penyelarasan kategori, use case, target buyer, problem statement, dan batas klaim untuk Nimbus NAC atau Nimbus Guest Access.

Materi final hanya menggunakan capability dan proof yang telah disetujui.
02 / DISCOVERY

Opportunity discovery

Membaca environment pelanggan, buyer role, access problem, integration dependency, dan urgency sebelum proposal disusun.

Tidak semua opportunity otomatis memenuhi product fit.
03 / TECHNICAL

Technical alignment

Membahas identity source, controller, network architecture, authentication flow, serta requirement implementasi.

Compatibility harus diverifikasi, bukan diasumsikan.
04 / EVALUATION

Demo or POC planning

Menyusun tujuan evaluasi, prerequisite, success criteria, ownership, timeline, dan boundary untuk demo atau proof of concept.

POC hanya dilakukan setelah model dan resource disetujui.
05 / DELIVERY

Implementation coordination

Menyelaraskan peran pada assessment, integration, deployment, training, handover, dan support sesuai scope proyek.

SLA dan support model harus ditetapkan secara kontraktual.
Qualification boundary: halaman ini tidak menjanjikan margin, exclusivity, territory protection, rebate, guaranteed lead, SLA, atau commercial term tertentu.
Product portfolio fit

Dua produk Nimbus untuk dua jalur kebutuhan akses yang berbeda.

Product page menjelaskan platform. Partner discussion menentukan bagaimana produk tersebut melengkapi portfolio, customer base, dan capability delivery Anda.

Nimbus NAC untuk Network Access Control pada lingkungan enterpriseInternal access

Nimbus NAC

Untuk partner yang menangani kebutuhan visibility, authentication, user context, dan access policy pada jaringan wired maupun wireless.

Network dan security projectActive Directory atau LDAP contextCorporate, education, healthcare, dan government environmentAssessment dan technical deployment discussion
Lihat Nimbus NAC
Nimbus Guest Access untuk captive portal dan Guest Wi-Fi ManagementGuest access

Nimbus Guest Access

Untuk partner yang melayani hospitality, retail, shopping mall, restoran, office, atau venue dengan kebutuhan Guest Wi-Fi yang lebih terstruktur.

Captive portal dan guest journeyAuthentication method discussionVenue dan multi-stakeholder environmentController serta messaging prerequisite review
Lihat Nimbus Guest Access
Implementation & Managed Services

Gunakan delivery capability Nimbus untuk membahas assessment, integration, deployment, migration, support, dan managed operation sesuai kebutuhan proyek.

Explore delivery capability →
Technology ecosystem

Compatibility dibuktikan per environment, bukan melalui deretan logo.

Nimbus harus tampil sebagai solution owner atau integrator. Vendor, controller, directory, dan messaging provider menjadi technology ecosystem atau compatibility reference setelah statusnya jelas.

Engagement model

Dari qualification menuju opportunity collaboration yang dapat dipertanggungjawabkan.

Proses dibuat transparan agar partner, Nimbus, dan pelanggan memahami role, dependency, batas teknis, serta keputusan yang harus dibuat pada setiap tahap.

STEP 01

Partner qualification

Kenali organisasi, wilayah, capability, customer market, commercial motion, dan pengalaman implementasi.

STEP 02

Product alignment

Selaraskan positioning Nimbus NAC, Nimbus Guest Access, target use case, dan claim boundary.

STEP 03

Technical onboarding

Pelajari architecture context, integration dependency, demo prerequisite, serta escalation path yang disepakati.

STEP 04

Opportunity support

Petakan customer problem, product fit, presentation need, assessment, dan evaluasi teknis.

STEP 05

Review & delivery

Tetapkan scope, responsibility, approval, implementation plan, support boundary, dan next action.

Before opportunity

Partner profile, product fit, target market, contact owner, dan collaboration expectation perlu jelas.

Before implementation

Technical design, commercial term, legal ownership, SLA, acceptance criteria, dan support model harus disetujui.

Co-branding structure — conceptual
NIMBUSProduct / solution owner
×
PARTNERIndependent approved logo
Kedua identitas berdiri sendiri, memakai clear space, optical height yang seimbang, dan tidak digabung menjadi logo baru.
Co-branding governance

Kolaborasi terlihat kuat tanpa merusak identitas Nimbus atau partner.

Setiap announcement, integration note, event, dan case evidence harus menjaga hierarchy, approval, serta status hubungan yang benar.

01Logo berdiri sendiriPisahkan Nimbus dan partner dengan “×”, garis, atau ruang. Jangan membuat joint logo.
02Nimbus sebagai product ownerPada product dan integration context, vendor atau partner menjadi compatibility reference setelah validasi.
03Case evidence memerlukan izinCustomer name, quote, logo, environment, dan result tidak boleh dipublikasikan tanpa approval.
04Tidak mengubah logo pihak lainJangan recolor, redraw, merge, atau membuat partner lebih dominan pada halaman produk utama.
Partner proof readiness

Bukti partnership harus berasal dari hubungan yang dapat diverifikasi.

Karena belum ada logo, quote, margin, atau case evidence yang disetujui pada sumber produksi ini, halaman menggunakan proof framework—bukan social proof yang dibuat-buat.

Tim teknologi mengevaluasi kesiapan proof, compatibility, dan kolaborasi partner
Evidence before claim

Relationship, capability, validation, approval.

Setiap bukti yang dipublikasikan harus menjelaskan apa hubungan yang benar-benar ada dan apa yang telah diuji, disetujui, atau diimplementasikan.

Partner inquiry

Mulai dengan gambaran organisasi dan capability Anda.

Informasi awal membantu Nimbus menentukan apakah diskusi perlu dimulai dari product presentation, technical alignment, channel collaboration, atau implementation partnership.

01Company profileWilayah, tim, dan model bisnis.
02CapabilityNetwork, security, infrastructure, application, managed service, atau consulting.
03Customer marketEnterprise, hospitality, retail, education, healthcare, government, atau lainnya.
04Partnership objectiveReselling, integration, opportunity support, implementation, atau technology ecosystem.

Ajukan diskusi partnership

Qualification form
Partner FAQ

Pertanyaan awal sebelum memulai diskusi.

Jawaban menjaga batas klaim dan tidak menggantikan commercial agreement, technical validation, atau kontrak partnership.

Siapa yang dapat mengajukan partnership dengan Nimbus?
System integrator, managed service provider, reseller, network consultant, dan technology organization yang memiliki capability atau customer market relevan dapat mengajukan diskusi. Kesesuaian model ditentukan setelah qualification.
Apakah Nimbus menyediakan margin, diskon, atau wilayah eksklusif?
Halaman ini tidak menjanjikan margin, diskon, exclusivity, territory protection, rebate, atau commercial term tertentu. Semua ketentuan komersial memerlukan pembahasan dan approval terpisah.
Apakah partner otomatis mendapat demo support dan technical onboarding?
Product presentation, demo planning, dan technical onboarding dapat menjadi bagian collaboration scope, tetapi tidak otomatis tersedia untuk setiap inquiry. Scope mengikuti qualification, kebutuhan opportunity, resource, dan persetujuan Nimbus.
Produk apa yang dapat dibahas dalam program partner?
Produk utama adalah Nimbus NAC untuk Network Access Control dan Nimbus Guest Access untuk Guest Wi-Fi Management serta Captive Portal. Delivery discussion juga dapat mencakup Implementation & Managed Services sesuai kebutuhan.
Apakah semua Wi-Fi controller dan identity source didukung?
Tidak boleh diasumsikan. Model, versi, firmware, external captive portal capability, identity source, mapping, dan prerequisite harus melalui compatibility review atau pengujian yang relevan.
Apakah logo partner dapat langsung ditampilkan di website Nimbus?
Tidak. Logo hanya digunakan setelah status hubungan, izin, wording, placement, dan masa penggunaan disetujui. Nimbus dan partner tetap memakai identitas terpisah; joint logo tidak dibuat.
Bagaimana proses jika kami sudah memiliki opportunity aktif?
Sampaikan customer market, problem, environment, timeline, stakeholder, product interest, dan requirement yang sudah diketahui. Nimbus kemudian menilai product fit, technical dependency, ownership, serta langkah evaluasi yang layak.
Apakah partner dapat melakukan implementasi sendiri?
Model implementasi harus ditentukan berdasarkan capability partner, kompleksitas environment, scope, training, acceptance criteria, support boundary, serta persetujuan proyek. Halaman ini tidak memberi otorisasi implementasi otomatis.
Diskusi partnership dan technical collaboration bersama tim Nimbus
Build the right collaboration

Partner yang tepat dimulai dari capability, customer fit, dan tanggung jawab yang jelas.

Kirim gambaran organisasi, target market, technical capability, serta tujuan kolaborasi. Nimbus akan membantu menentukan jalur diskusi yang paling relevan tanpa menjanjikan model partnership sebelum qualification selesai.

Partner qualificationProduct alignmentTechnical discoveryOpportunity routing