Tamu memilih jaringan
Pengguna menghubungkan perangkat ke SSID Guest Wi-Fi yang telah disiapkan venue.
Bentuk halaman login Guest Wi-Fi yang membantu tamu memahami cara terhubung, data apa yang diminta, metode autentikasi yang tersedia, dan kapan akses diberikan—tanpa mengandalkan shared password yang tersebar.
Captive portal bukan sekadar landing page promosi. Ia berada di dalam alur akses: mengarahkan tamu, menjelaskan proses, menangani consent atau autentikasi, kemudian meneruskan hasil sesuai arsitektur yang telah diuji.
Pengguna menghubungkan perangkat ke SSID Guest Wi-Fi yang telah disiapkan venue.
Controller yang kompatibel mengarahkan pengguna ke halaman portal sesuai flow implementasi.
Tamu mengikuti metode login dan memberikan informasi yang memang dibutuhkan oleh proses.
Hasil portal diserahkan ke komponen yang bertanggung jawab memberi akses sesuai desain jaringan.
Anatomi portal perlu dibaca sebagai rangkaian fungsi. Kehadiran logo, form, login method, terms, bantuan, dan success state harus mengikuti kebutuhan venue serta kemampuan yang tersedia pada build Nimbus.
“Custom captive portal” berarti ruang konfigurasi yang terdefinisi. Hindari klaim white-label, builder tanpa batas, atau perubahan bebas bila belum ada capability dan proses implementasi yang dapat dibuktikan.
Gunakan identitas venue agar pengguna mengenali siapa yang menyediakan jaringan dan layanan akses.
Verifikasi logo format, color controls, background, safe area, dan batas desain.Atur struktur informasi, instruksi, pesan bantuan, serta CTA sesuai template atau komponen yang tersedia.
Jangan menjanjikan drag-and-drop builder bila capability tersebut belum terdokumentasi.Tentukan data yang memang dibutuhkan dan pastikan consent serta terms terhubung dengan kebutuhan operasional.
Field, retention, purpose, required/optional state, dan privacy notice memerlukan review.Sajikan instruksi dalam bahasa yang sesuai dengan karakter venue dan profil tamu.
Publikasikan daftar bahasa hanya setelah pilihan, fallback, dan copy management tervalidasi.Tampilkan metode autentikasi yang tersedia untuk environment tersebut dan hilangkan pilihan yang tidak aktif.
Provider, dependency, error handling, dan fallback harus ikut diuji.Pastikan loading, validation, error, verification, expiry, dan success state memiliki pesan yang dapat dipahami.
Gunakan screen dari build yang sama agar journey tidak terpotong atau menyesatkan.Metode autentikasi adalah bagian dari journey portal, bukan daftar fitur yang berdiri sendiri. Evaluasi harus mencakup user effort, dependency, provider, consent, delivery, fallback, dan support.
Tamu mengisi data yang dibutuhkan melalui portal sebelum melanjutkan ke proses akses.
Periksa field, verification requirement, duplicate handling, consent, error, dan success state pada build aktif.Token dapat digunakan untuk membentuk journey yang melibatkan issuance atau bantuan operator venue.
Periksa pembuatan, delivery, validity, reuse, expiry, revoke, dan fallback sebelum diterapkan.Social login dapat disediakan bila provider, credential, consent, dan implementasi tersedia pada build yang digunakan.
Jangan menampilkan logo provider yang belum aktif, belum diuji, atau belum memiliki prerequisite jelas.Messaging dapat mendukung pengiriman token atau informasi autentikasi setelah integration flow tervalidasi.
Konfirmasi provider, biaya, consent, delivery status, retry, fallback, dan data handling.Setelah tamu menyelesaikan portal, hasil autentikasi harus diteruskan ke komponen yang memberi akses. Karena itu, evaluasi captive portal wajib melibatkan controller compatibility, redirect, callback, session, dan failure state.
Hotel, cafe, mall, dan retail tidak memiliki journey yang sama. Copy, field, metode login, bantuan, dan policy harus dimulai dari environment operasional, bukan dari satu template generik.

Rancang instruksi dan bantuan untuk lobby, kamar, meeting, serta area publik dengan profil tamu yang beragam.
Explore hospitality →
Kurangi langkah yang tidak perlu pada venue yang menuntut interaksi cepat dan bantuan sederhana.
Explore restaurants & cafes →
Siapkan journey yang dapat dipahami oleh pengunjung beragam pada area publik dan beberapa titik layanan.
Explore shopping malls →
Bentuk portal yang konsisten untuk toko atau cabang sambil menjaga alur bantuan staf tetap sederhana.
Explore retail →Pengalaman portal perlu diuji pada perangkat dan kondisi nyata: layar kecil, browser captive, koneksi lambat, keyboard mobile, input salah, provider terlambat, serta pengguna yang tidak memahami istilah teknis.
Sebelum halaman dipublikasikan sebagai final, isi galeri dengan screenshot Nimbus dari build yang sama. Anonimkan data, beri caption state, dan hindari stock UI atau screen generatif yang menyerupai fitur produk.

Tunjukkan apa yang dilihat tamu sebelum memasukkan data atau memilih metode login.
Caption: build/version, environment, anonymization status.Tampilkan hanya metode yang aktif beserta field, verification, consent, dan dependency yang relevan.
Caption: method, provider if applicable, test date.Buktikan bahwa pengguna menerima instruksi yang dapat ditindaklanjuti ketika proses tidak berjalan normal.
Caption: failure scenario and expected recovery path.Tunjukkan bagaimana tamu mengetahui bahwa proses selesai dan apa langkah berikutnya.
Caption: success condition and controller handoff context.Jawaban akhir harus mengikuti build, controller, metode login, provider, data field, serta scope implementasi yang dipilih.
Demo yang baik tidak berhenti pada screen login. Evaluasi redirect, metode autentikasi, consent, error state, controller handoff, serta pengalaman tamu dari awal hingga akses diberikan.