Identity & Directory Integration

Integrasi Active Directory dan LDAP untuk Akses Jaringan.

Gunakan sumber identitas organisasi sebagai konteks untuk autentikasi, pemetaan grup atau atribut, dan evaluasi kebijakan akses Nimbus NAC—dengan prerequisite, mapping, serta compatibility yang diperiksa berdasarkan environment nyata.

Identity source review Group & attribute mapping Tested access sequence
Directory integration evaluation flow
Environment specific
User or endpoint requestPermintaan akses muncul dari jalur wired atau wireless yang termasuk dalam scope assessment.
Network contextTopology, controller, access point, dan jalur komunikasi harus dipetakan terlebih dahulu.
Active Directory / LDAPIdentity, group, atau attribute context dibaca sesuai konfigurasi dan permission yang disetujui.
Role or policy contextHasil lookup diterjemahkan melalui mapping yang telah diuji sebelum digunakan sebagai input keputusan akses.
Nimbus NACAuthentication & policy handoff
Access outcomeValidated per deployment
Conceptual architecture — not product UI
Integration scope yang perlu dipastikan sebelum commitment.
DIRDirectory type & version
MAPGroup / attribute mapping
NETReachability & topology
TSTRepeatable test sequence
Why directory integration

Pertahankan konteks identitas yang sudah dikelola organisasi.

Integrasi directory bukan sekadar membuat koneksi teknis. Nilainya muncul ketika identity, group, atau attribute context dapat diterjemahkan secara konsisten menjadi alur autentikasi dan kebijakan akses yang dipahami tim identity serta network.

01 / Identity

Menggunakan sumber identitas yang telah tersedia

Tim tidak perlu membangun narasi identitas terpisah untuk jaringan jika directory organisasi memang menjadi sumber yang disetujui.

02 / Context

Membawa konteks grup atau atribut

Group, role, atau custom attribute dapat menjadi input mapping setelah field, schema, serta perilakunya diverifikasi.

03 / Policy

Menyusun policy handoff yang lebih terarah

Identity context membantu tim merumuskan siapa yang memerlukan akses apa, bukan menggantikan assessment dan keputusan policy.

04 / Operations

Memperjelas ownership operasional

Identity admin, network engineer, dan implementor dapat meninjau prerequisite, mapping, perubahan, serta titik kegagalan dalam satu alur evaluasi.

Canonical boundary: halaman ini memiliki ownership atas prerequisite, mapping, compatibility, dan implementation-specific AD/LDAP intent. Penjelasan umum mengenai Authentication & SSO tetap berada pada halaman solusi Authentication & SSO.
Conceptual architecture

Susun alur identity-to-policy sebelum membahas konfigurasi.

Diagram ini adalah baseline pembicaraan teknis. Urutan aktual, component owner, credential handling, serta enforcement path harus mengikuti build produk dan topology yang telah diuji.

01 / REQUEST

Access request

Pengguna atau endpoint memulai permintaan akses melalui network path yang masuk scope.

02 / NIMBUS

Nimbus evaluation

Nimbus menerima context yang relevan sesuai architecture dan integration point yang disepakati.

03 / LOOKUP

Directory lookup

Active Directory atau LDAP diakses dengan account, permission, search scope, dan connectivity yang tervalidasi.

04 / RESULT

Identity result

Identity, group, atau attribute result dikembalikan sesuai schema dan behavior yang telah diuji.

05 / MAPPING

Context mapping

Field directory dipetakan menuju role atau policy context tanpa mengasumsikan seluruh atribut otomatis tersedia.

06 / OUTCOME

Access outcome

Hasil autentikasi dan policy handoff diterapkan serta ditinjau berdasarkan mekanisme produk yang nyata.

Identity responsibility: directory owner memastikan source, account, permission, schema, group, dan lifecycle data dapat dipertanggungjawabkan.
Network responsibility: network owner memastikan topology, path, DNS, time, port, controller, dan enforcement context sesuai rancangan.
Technical prerequisites

Compatibility dimulai dari prerequisite yang jelas.

Nama “Active Directory” atau “LDAP” saja belum cukup untuk menyatakan kesiapan. Tim perlu memahami directory type, version, network path, account, schema, attribute, dan expected access behavior.

Directory

Type, version, dan topology

Tentukan directory yang digunakan, version yang relevan, domain atau tree context, serta lokasi component terhadap Nimbus dan network.

Connectivity

Reachability, DNS, dan time

Pastikan jalur komunikasi, name resolution, sinkronisasi waktu, firewall path, dan port yang diperlukan dapat diuji pada environment target.

Account

Account dan permission

Gunakan account serta permission yang disetujui dengan prinsip pembatasan akses. Exact privilege harus mengikuti kebutuhan lookup dan bukti pengujian.

Search scope

Base, filter, dan identity field

Definisikan search base, scope, filter, unique identity field, dan sample object yang dapat digunakan untuk validasi.

Mapping

Group, role, atau attribute

Tentukan field yang benar-benar dibutuhkan untuk access context, termasuk perilaku ketika value kosong, berubah, atau tidak ditemukan.

Security

Certificate dan transport bila berlaku

Jika architecture menggunakan certificate atau encrypted transport, validasi hostname, chain, validity, trust, serta operational ownership-nya.

Publication guardrail: exact port, protocol, certificate mode, service-account privilege, deployment pattern, dan directory version hanya boleh ditambahkan setelah product owner serta engineer menyetujui evidence.
Group & attribute mapping

Ubah data directory menjadi context yang dapat diuji.

Mapping harus menjelaskan field apa yang dibaca, bagaimana value diterjemahkan, policy context apa yang dihasilkan, dan apa yang terjadi ketika data tidak sesuai. Contoh di bawah adalah worksheet evaluasi, bukan daftar field universal.

Directory contextEvaluation purposePublic status
Unique identity fieldNama field ditentukan saat review schema.
Mencocokkan user identity dengan alur autentikasi yang telah disetujui.
Required input
Group membershipDirect, nested, dan multi-value behavior harus diuji.
Memberi group context untuk role atau policy mapping yang spesifik.
Verify behavior
Role / organizational contextContoh: fungsi, unit, atau lokasi bila tersedia.
Membantu membedakan access context tanpa membuat klaim bahwa setiap field otomatis didukung.
Conditional
Custom attributeNama, format, dan value rule perlu disepakati.
Membawa context tambahan jika build produk, schema, dan mapping path memang telah divalidasi.
Technical review
Fallback / unmatched stateTidak boleh diasumsikan tanpa keputusan operasional.
Menentukan handling ketika user, group, atau value tidak menghasilkan mapping yang diharapkan.
Must define
Authentication sequence

Uji urutan autentikasi sebagai satu rangkaian.

Satu koneksi directory yang berhasil belum membuktikan keseluruhan journey. Test case perlu mencakup request, lookup, mapping, outcome, state negatif, dan review hasil.

Scope boundary: credential handling, session behavior, logging, retry, timeout, serta fail-open atau fail-closed tidak dinyatakan pada halaman ini sebelum arsitekturnya divalidasi.
01

Access request diterima

Gunakan test user dan network path yang telah masuk scope assessment.

Define input
02

Directory lookup dijalankan

Periksa reachability, account, search base, filter, identity field, dan response yang diperoleh.

Test lookup
03

Identity result diverifikasi

Pastikan user atau object yang dikembalikan adalah objek yang benar dan tidak ambigu.

Verify result
04

Group atau attribute dipetakan

Bandingkan source value dengan rule mapping serta expected role atau policy context.

Validate map
05

Access outcome ditinjau

Konfirmasi bahwa hasil sesuai test case dan enforcement path yang telah disetujui.

Review outcome
06

Evidence dan exception dicatat

Simpan test result, reviewer, timestamp, issue, serta langkah koreksi tanpa menampilkan data sensitif.

Record proof
Compatibility register

Publikasikan compatibility berdasarkan bukti, bukan asumsi kategori.

Active Directory dan LDAP merupakan capability yang terdokumentasi. Namun exact version, directory flavor, schema, transport, mapping behavior, dan production status harus memiliki evidence yang dapat ditelusuri.

Review areaTypeCurrent public statusRequirement before commitment
Active DirectoryIdentity source dan group context.
Directory integration
Capability documented
Konfirmasi version, topology, reachability, account, permission, search scope, attribute, group mapping, dan tested sequence.
LDAP directoryDirectory flow berdasarkan schema target.
Directory integration
Capability documented
Konfirmasi directory type, version, schema, base, filter, unique field, permission, transport, serta failure handling.
Encrypted transport / certificateBila digunakan pada architecture target.
Security prerequisite
Verify environment
Validasi hostname, certificate chain, trust, validity, DNS, time, renewal ownership, dan test result.
Group and attribute mappingTermasuk multi-value atau custom context.
Mapping behavior
Test required
Gunakan sample object, expected output, negative state, reviewer, dan screenshot dari build nyata.
Nested group behaviorTidak diasumsikan dari praktik umum directory.
Advanced behavior
Not publicly claimed
Tambahkan hanya setelah scope, lookup behavior, depth, performance implication, dan repeatable test tersedia.
Other identity protocolsSAML, OAuth/OIDC, RADIUS, MFA, certificate auth, dan lainnya.
Out of current scope
Not claimed
Tidak boleh ditambahkan hanya karena umum digunakan di industri. Memerlukan dokumentasi dan evidence terpisah.
Compatibility statement rule: logo vendor, certified label, supported version, exact port, protocol, deployment status, dan partnership statement hanya boleh dipublikasikan setelah evidence serta usage approval tersedia.
Failure handling

Definisikan state gagal sebelum integrasi dipakai untuk keputusan akses.

Failure handling bukan detail tambahan. Tim perlu menyepakati siapa yang menerima alert, data apa yang dicatat, bagaimana test dilakukan, dan keputusan operasional apa yang berlaku—tanpa mengasumsikan perilaku produk yang belum dibuktikan.

NET

Directory tidak dapat dijangkau

Periksa network path, DNS, time, firewall, endpoint, certificate bila berlaku, dan health directory.

Jangan menyatakan fallback atau access behavior sebelum keputusan teknis serta bisnis disetujui.
ID

Identity tidak ditemukan

Tinjau search base, filter, unique identity field, object location, naming, dan scope test user.

Bedakan object tidak ditemukan dari credential salah atau permission yang tidak cukup.
MAP

Mapping tidak menghasilkan context

Periksa group value, attribute format, multi-value behavior, empty state, rule order, dan expected mapping.

Negative test harus memiliki expected outcome yang terdokumentasi dan dapat diulang.
OPS

Perubahan directory belum tercermin

Tinjau timing perubahan, cache atau synchronization behavior bila memang ada, session state, dan mekanisme evaluasi ulang.

Jangan mengklaim real-time synchronization tanpa bukti produk dan pengujian yang relevan.
Operational decision required: retry, timeout, alerting, logging, incident ownership, escalation, rollback, session behavior, dan access outcome pada setiap failure state harus dimasukkan ke test plan.
Implementation checklist

Siapkan data yang membuat review teknis lebih cepat dan lebih akurat.

Compatibility review akan lebih bernilai ketika tim Nimbus menerima gambaran environment, sample object, expected mapping, dan test outcome yang jelas—bukan hanya nama vendor atau kategori directory.

01
Directory inventoryType, version, topology, domain/tree context, dan owner.
Required
02
Network pathSource, destination, DNS, time, firewall path, dan port yang akan diuji.
Required
03
Account and permission planAccount owner, approved privilege, credential lifecycle, dan test window.
Required
04
Search and schema inputsBase, filter, unique identity field, group, attribute, dan sample objects.
Required
05
Expected mappingSource value, target role/policy context, positive state, dan negative state.
Define
06
Test and approval planReviewer, success criteria, evidence, issue handling, rollback, dan approval.
Define
Technical FAQ

Pertanyaan yang perlu dijawab sebelum PoC atau implementasi.

Jawaban publik dijaga pada batas yang dapat dipertanggungjawabkan. Detail final harus mengikuti compatibility review, build produk, dan test evidence pada environment target.

Apakah Nimbus mendukung semua versi Active Directory dan semua LDAP directory?
Tidak boleh diasumsikan demikian. Active Directory dan LDAP terdokumentasi sebagai capability, tetapi directory type, version, schema, topology, transport, permission, mapping, dan test sequence harus diperiksa per environment sebelum commitment.
Apakah integrasi memerlukan domain administrator atau account dengan privilege tinggi?
Exact permission bergantung pada lookup dan architecture yang digunakan. Gunakan account serta privilege minimum yang dapat memenuhi test case, lalu dokumentasikan owner, lifecycle, dan approval-nya. Halaman ini tidak menetapkan privilege universal.
Apakah Nimbus menyimpan password pengguna dari Active Directory atau LDAP?
Credential handling tidak boleh disimpulkan dari istilah integrasi. Tim perlu meninjau product architecture, authentication sequence, data flow, logging, storage, dan operational responsibility sebelum membuat pernyataan publik atau keputusan implementasi.
Bisakah grup atau atribut directory digunakan untuk menentukan akses?
Konteks grup, role, dan custom attribute terdokumentasi sebagai arah kemampuan Nimbus. Namun exact field, mapping rule, multi-value behavior, unmatched state, serta enforcement outcome harus diuji dan disetujui.
Bagaimana dengan nested groups?
Nested group behavior tidak diklaim secara universal. Scope lookup, depth, performance implication, conflict, dan expected mapping harus memiliki test case yang repeatable sebelum dicantumkan sebagai kemampuan publik.
Apakah encrypted LDAP atau certificate dapat digunakan?
Bila architecture target menggunakan encrypted transport atau certificate, compatibility review perlu memeriksa hostname, chain, validity, trust, DNS, time, renewal, dan ownership. Exact mode dan configuration hanya boleh dinyatakan setelah diuji.
Apa yang perlu disiapkan untuk compatibility review?
Siapkan directory type dan version, topology, network path, DNS/time context, account dan permission plan, search base/filter, unique identity field, sample user/group, expected mapping, positive dan negative test case, reviewer, serta success criteria.
Next technical step

Validasi directory, mapping, dan access flow sebelum membuat commitment.

Kirim gambaran Active Directory atau LDAP environment Anda. Tim Nimbus akan membantu menyusun scope compatibility review, prerequisite, test case, dan evidence yang perlu disiapkan untuk evaluasi Nimbus NAC.

Directory & version review Group / attribute mapping Architecture & network path Positive and negative test cases